Acha Septriasa Mulai Lirik Profesi Sutradara




Acha Septriasa (VIVAnews/Heryu Nandiasa)




Acha Septriasa (VIVAnews/Heryu Nandiasa)



VIVAlife - Setelah sukses membintangi banyak film, Acha Septriasa ternyata tak mau diam. Ia juga mulai melebarkan sayap melakoni profesi di balik layar, menjadi sutradara.

Pada 26 April mendatang, ia akan mengawali syuting film omnibus sebagai sutradara sekaligus pemain. Ia mengakui, menjadi sutradara adalah cita-citanya sejak lulus SMA.


"Dulu saya nggak cuma sekedar main di depan layar, tapi juga suka playback bareng sutradara, kasih opini soal framing, dan lain-lain," ceritanya saat ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta.


Karena itu, banyak sutradara yang menanyakan, mengapa dirinya tak mencoba men-direct sebuah film.


Semakin lama, ia semakin memikirkan pertanyaan itu. Apalagi, melihat banyak artis lain sudah melakukan apa yang ingin ia lakukan. "Saya nggak mau ketinggalan sama artis lain. Mereka berani buat film, kenapa gue enggak," katanya waktu itu. Jadilah, ia mulai menggarap film yang belum bersedia dibeberkan inti ceritanya.


Sampai-sampai, demi film itu ia pernah menolak tawaran script film lain. Tak diduga, naskah film yang sangat ingin digarapnya itu mendapat sambutan dari pemodal. "Jadi sekarang saya beralih dulu ke belakang layar, nggak banyak syuting-syuting dulu," katanya sambil tersenyum.


Ia tak ingin main-main dalam penggarapan film pertama. Meski hanya omnibus, Acha ingin memaksimalkan kemampuannya. Saat ini, proses produksinya sudah mencapai 40 persen. Tak memungkiri, mantan kekasih Irwansyah itu merasa terbebani saat menjadi sutradara pertama. Ia pun berusaha menyiapkan produksi filmnya sebaik mungkin.


Namun, itu bukan berarti Acha lantas berhenti menjadi artis. Di film yang disutradarainya itu, ia juga akan berperan di depan layar. "Mikir, siapa ya casting pemain cewek, ya sudahlah saya saja. Jadi harus belajar teriak action buat diri sendiri," ceritanya sambil tertawa.


Selain itu, ia juga banyak mencari referensi untuk filmnya. Beruntung, ilmu yang dipelajari saat kuliah di Malaysia, sangat membantunya. (umi)