Venna: Anak-anak Tak Mau Temui Saya, Apa Salah Saya?




Venna Melinda (VIVAnews/Heryu Nandiansa)




Venna Melinda (VIVAnews/Heryu Nandiansa)



VIVAlife- Proses perceraian aktris sekaligus politisi, Venna Melinda dengan Ivan Fadillah masih terus berlanjut. Namun, ditengah proses cerainya, Venna mengaku kesulitan untuk bertemu anak-anaknya.


Hal ini membuat Venna terpaksa mengadukan masalahnya kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Hari ini, ia mendatangi KPAI sekaligus untuk meminta perlindungan.


"Mengajukan pengaduan perlindungan anak ke KPAI. Ini belum ada putusan ibu untuk bertemu anaknya. Anak perlu dilindungi supaya anak dapat kasih sayang ayah dan ibunya demi perkembangan psikologis masa depan anak," ujar kuasa hukum Venna, Kemala Dewi saat ditemui di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 17 April 2013.


Kedatangan Venna bersama kuasa hukumnya ke KPAI juga diharapkan agar lembaga ini bisa memediasi Venna dan suaminya agar bisa menyelesaikan masalah soal anak.


"Jangan sampai anak-anak terpisah dari ayah dan ibunya meski orangtuanya bercerai," lanjutnya.


Venna menyatakan ia kesulitan bertemu dengan Varrel dan Athalla sehingga ia butuh KPAI sebagai mediator. "Saya kaget kenapa anak-anak tidak mau bertemu saya," katanya.


Venna mengaku, Senin lalu ia masih bisa bertemu dengan buah hatinya untuk memberikan menu sop buntut. Selasa, ia bahkan masih berkirim pesan lewat SMS pada anaknya. Namun hari ini, suaminya, Ivan tidak merespon isi pesan singkatnya saat menyanyakan soal kondisi anaknya yang kini sedang sakit. "Hari ini tidak ada respon dari Mas Ivan saat saya tanyakan soal kondisi anak-anak. Kenapa anak-anak tidak mau bertemu saya? Apa salah saya?" kata Venna.


Dalam gugatan perceraian, Venna memang tidak meminta mengenai hak asuh anak. Namun ia menyayangkan dengan pemberitaan yang menyatakan dirinya cuek terhadap anak-anaknya.


"Saya jadi bingung, saya tidak minta hak asuh anak. Anak ini tidak perlu dipaksa ikut siapa saat keadaan seperti ini. Ternyata framingnya saya ini cuek sama anak-anak. Kesannya tidak sayang dan mengurusi anak-anak. Sekarang anak sudah terlanjur tidak respek, saya merasa butuh bantuan KPAI, mungkin ke Komnas PA juga," jelasnya.