Sebelum Tewas, Michael Jackson Sulit Tidur




Michael Jackson (REUTERS/Leonhard Foeger/Files)




Michael Jackson (REUTERS/Leonhard Foeger/Files)



VIVAlife - Dari hasil pemeriksaan, Michael Jackson meninggal dunia akibat keracunan Propofol, yang merupakan jenis obat tidur atau obat penenang. Tapi menurut Dr. Charles Czeisler, peneliti tidur dari Universitas Harvard, Raja Pop itu bisa saja meninggal karena kurangnya rapid eye movement (REM) saat tidur.

Dalam kurun waktu dua bulan sebelum tewas, Michael ternyata sangat sulit untuk tidur. Meskipun tidur, ia merasa gelisah dan tak pernah tidur nyenyak. Menurut Dr. Czeisler, dari penelitiannya, tikus bisa mati dalam lima minggu jika kurang REM.


''Dari gejala yang ditunjukan, Mr. Jackson mengalami kurang tidur yang kronis. Seperti komputer, otak butuh istirahat untuk memperbaiki dan memperbarui sel. Ketika kurang tidur, sel-sel tubuh banyak yang rusak dan juga otomatis merusak sel otak," ujarnya, dikutip dari Contact Music.


Dari pernyataan Dr. Czeisler, suntikan Propofol yang diberikan dr. Conrad Murray tak bisa membantu Michael untuk tidur. Meskipun ia tak diberikan Propofol secara berlebihan, kematian pelantun "Beat It" tetap saja sangat mungkin terjadi. (eh)