7 Tahun Absen Berakting, Alya Rohali Main Film




Alya Rohali ambil peran dalam film layar lebar yang diadopsi dari novel Tere Liye. (VIVAnews/Muhamad Solihin)




Alya Rohali ambil peran dalam film layar lebar yang diadopsi dari novel Tere Liye. (VIVAnews/Muhamad Solihin)



VIVAlife - Lama tak terdengar kabarnya di dunia hiburan, aktris Alya Rohali membintangi sebuah film layar lebar. Mantan Putri Indonesia ini mengaku sempat grogi saat terjun kembali ke dunia akting yang membesarkan namanya. Karena, ini merupakan akting layar lebar pertamanya.

"Selama ini lebih banyak bermain sinetron. Terakhir, itu pun sekitar tujuh tahun lalu,” ujar Alya, saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Minggu 14 Juli 2013.


Alya ambil bagian dalam sebuah film yang diangkat dari novel Tere Liye yang berjudul "Moga Bunda Disayang Allah". Ia memerankan seorang ibu dari anak perempuan yang buta, bisu, dan tuli.


Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Desember 1976 itu pun menuturkan sempat merasa deg-degan saat harus beradu akting dengan pemeran lainnya. Maklum, sudah lama dirinya tak bertemu dengan lawan main dan mendatangi lokasi syuting.


“Tapi, dasarnya dunianya ya. Begitu kena lampu, kamera, santai lagi,” katanya.


Diakui Alya, peran yang ia mainkan tidak mudah. Yang tersulit baginya adalah memainkan emosi. Ia tak boleh terlihat terlalu sedih ataupun terlalu tegar.

Ia tak memungkiri, berperan sebagai ibu dari seorang gadis cilik yang buta, bisu, dan tuli, sangat menguras emosinya.


“Di satu sisi, dia harus mengobarkan semangat untuk putrinya itu, di sisi lain dia juga rapuh,” tuturnya. Beruntung, ia memiliki tiga anak perempuan, sehingga dapat lebih mudah berempati.


Selain sulit bermain emosi, mantan presenter kuis "Siapa Berani" itu juga merasa terbebani, karena harus bermain dalam film yang diangkat dari novel. Terlebih, novel itu best seller. Ia khawatir, pembaca novel itu akan "menilai" aktingnya.


“Pembaca novel itu kan punya imajinasi sendiri terhadap para tokoh, bahkan terhadap ceritanya sendiri,” ujar dia.


Meski begitu, Alya berusaha keras memainkan karakternya dengan baik. Ia pun mendahuluinya dengan reading dan berlatih selama dua bulan.


Menurut dia, “Moga Bunda Disayang Allah” sejatinya bukanlah film yang terlalu religius. Judulnya memang terkesan demikian. Namun, film garapan sutradara Jose Poernomo itu lebih berisi pesan moral dan nilai-nilai kehidupan.


Setelah bermain dalam film itu, Alya pun merasa beruntung dikaruniai hidup yang sempurna. Ia merasa malu jika tak berbuat baik.


“Selain itu, pesannya jangan pernah kehilangan harapan dalam ujian Allah. Meskipun kita diberi takdir yang berbeda, jangan terpuruk. Allah berikan semua untuk tujuan yang baik,” ucapnya. (art)