Sajian Romantis Ramadan: "Bismillah, Aku Mencintaimu"




Film Bismillah Aku Mencintaimu (Dokumentasi Pribadi)




Film Bismillah Aku Mencintaimu (Dokumentasi Pribadi)



VIVAlife - Kedua anak manusia ini bagai langit dan bumi. Yang satu pecandu narkoba, satu lagi anak kepala pesantren. Namun keduanya bisa berkawan karib. Dan ada bumbu perasaan cinta. Ide romantis sederhana itulah yang dikemas dalam film terbaru produksi RK 23 Pictures, “Bismillah, Aku Mencintaimu”.


Mantan aktor remaja yang lama tak terlihat di layar lebar, Gilbert Marciano, dan pendatang baru Ghea D’Syawal didapuk sebagai pemeran utamanya.


Gilbert menjadi Egi, pemuda bengal yang urakan, kata-katanya kasar, dan terbelit persoalan narkotika. Sedangkan Fatimah, yang dimainkan oleh Ghea, seorang perempuan lembut dan santun.


Lika-liku kehidupan mendekatkan keduanya. Hingga akhirnya, di momen paling tragis dalam hidup Fatimah, Egi mengucap cinta. Sebaris kalimatnya sangat mengharukan, “Bismillah, aku mencintaimu.”


Akankah kisah mereka berakhir bahagia? Film karya sutradara Asep Kusdinar itu akan tayang di tengah Ramadan, 18 Juli 2013.


Meski ceritanya romantis dan sederhana, ada latar belakang religi yang membuatnya tetap sesuai konteks menularkan nilai-nilai agama. Setting kehidupan pesantren juga membuat film yang syuting sejak 2011 lalu itu pas menjadi tontonan di bulan suci. Sekaligus menjadi riak-riak rumit yang membuat film itu lebih menarik. Belum lagi lagu-lagu melodramatis yang digarap oleh musisi kondang Tya Subiakto.


Salah satu keputusan unik “Bismillah, Aku Mencintaimu” adalah menempatkan Gilbert sebagai pemeran utama. Pasalnya, bintang film “Inikah Rasanya Cinta?” itu bukan pemeluk agama Islam. Berakting di film religi justru membuatnya tertantang.


“Kecintaan saya pada seni peran membuat saya belajar keras melafalkan kata-kata Islam dengan logat yang benar,” ucapnya.


Pemilihan kata ‘Bismillah’ sendiri punya tujuan tertentu. Sang sutradara berharap dapat mengangkat kekuatan makna kata sederhana itu. “Bismillah penting menjadi niat pembuka untuk melakukan segala hal, bahkan dalam urusan percintaan,” kata Asep. Dengan melafalkan niat baik itu, lanjutnya, Allah akan menyertai langkah kita.