Menelusuri 99 Jejak Keindahan Islam di Eropa




Acha Septriasa saat berperan jadi Hanum Rais dalam film (Maxima Pictures)




Acha Septriasa saat berperan jadi Hanum Rais dalam film (Maxima Pictures)



VIVAlife - Jejak-jejak Islam tak hanya tertinggal di negara Timur Tengah. Kesucian Baitullah di Mekkah, eksotisme pasar malam di Jeddah, serta kemegahan masjid-masjid Madinah memang menyimpan histori yang kental akan religi.


Namun, Benua Eropa yang mayoritas masyarakatnya non-Muslim juga memiliki kekayaan sejarah yang sama. Bangunan-bangunan tua di Spanyol, ornamen-ornamen di Cordoba, pernah menjadi saksi masa kejayaan Islam di sana.


Itulah yang hendak diungkap Hanum Salsabila Rais (Acha Septriasa) dan suaminya Rangga Almahendra (Abimana Aryasatya). Selama tiga tahun menjalani pendidikan dengan beasiswa di Eropa, Hanum dan Rangga menemukan berjuta misteri Islam di sana.


Keindahan alam Eropa membawa mereka berkelana. Di Austria, Hanum bertemu seorang perempuan asal Turki, Fatma Pasha (Raline Shah). Ada pula seorang mualaf, Marion Latimer (Dewi Sandra), ilmuwan di Arab World Institute Paris.


Pengalaman Rangga tak kalah kaya. Selama studi, ia hidup bertoleransi dengan Marjaa (Marissa Nasution) seorang wanita non-Muslim dan Stefan (Nino Fernandez) seorang yang atheis. Ia juga banyak belajar dari Khan (Alex Abbad), Muslim taat asal Pakistan.


Alih-alih ‘terkontaminasi’ gaya hidup bebas, perjalanan Hanum dan Rangga di Eropa justru membuat mereka makin mencintai agama. Benua kelahiran Hitler itu membuka mata mereka soal betapa kaya dan indahnya Islam.


Misteri peradaban Islam yang ‘hilang’ dari benak para Muslim pun terkuak. Angka 99 sendiri merupakan simbol, yang menyiratkan kenyaris-sempurnaan.


Kisah Hanum dan Rangga terangkum dalam film berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa, yang diangkat dari buku karya Hanum Rais. Proses syuting film itu telah rampung. Pesona sejarah di Perancis, Austria, dan Turki mewarnainya. Konflik persahabatan membalutnya.


Film 99 Cahaya di Langit Eropa akan segera tayang di bioskop Indonesia, 5 Desember mendatang. Premiere film produksi Maxima Pictures ini diadakan 29 November 2013, dengan mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (ren)