The Hobbit: Desolation of Smaug. (Fansided)
The Hobbit: Desolation of Smaug. (Fansided)
VIVAlife - Petualangan seorang manusia kerdil dalam film trilogi "The Hobbit," Bilbo Baggins (Martin Freeman), kini memasuki sekuel kedua. Bersama Gandalf (Ian McKellen) dan 13 kurcaci yang dipimpin Thorin Oakenshield (Richard Armitage), mereka berjuang menuju Kerajaan Erebor.
Melanjutkan film sebelumnya, An Unexpected Journey, rombongan pria kecil itu hampir mencapai tujuan. Erebor sudah di depan mata. Saatnya merebut kembali kerajaan para kurcaci yang telah dikuasai oleh naga jahat, Smaug (Benedict Cumberbatch).
Namun, perjalanan mereka dihantui kejaran Orc. Bilbo cs harus terus berlari mencari tempat persembunyian. Sampailah mereka pada rumah milik seseorang yang bisa menjelma jadi beruang ganas, Beorn. Di sana, mereka mengatur strategi.
Erebor harus dicapai sebelum cahaya terakhir di hari Durin berlalu.
Mereka memutuskan melewati hutan para peri (Elf). Tempat yang dipenuhi laba-laba itu hampir saja membunuh Bilbo cs. Beruntung, mereka diselamatkan kawanan Elf. Namun, tak secepat itu para manusia kerdil bisa lolos. Elf justru membawa mereka ke benteng, dan mengurungnya.
Hanya Bilbo yang berhasil lolos dari serangan laba-laba tanpa bantuan Elf. Ia menggunakan cincin sakti yang ditemukan di gua Orc. Dengan itu pula, ia menolong kawanan kurcacinya.
Petualangan belum berakhir. Masih ada Orc yang mengejar-ngejar mereka. Hingga akhirnya, berhasil Erebor berhasil digapai. Manusia-manusia kerdil itu, bertarung melawan naga Smaug. Demi kaum mereka, Bilbo ditugasi mengambil permata Arkenstone. Berhasilkan ia?
Agak Menjemukan
Di film kedua Hobbit ini, sutradara Peter Jackson tidak banyak memberikan kejutan berarti. Film yang berdurasi hampir tiga jam itu terasa agak menjemukan karena alur ceritanya mengalir begitu saja dari lanjutan seri pertama.
Ada aksi-aksi seru memang, terutama ketika para kurcaci melawan Orc di arus air yang deras. Ada pula sentuhan drama lembut antara kurcaci Kili dan elf Tauriel.
Tetap saja, pemandangan indah, alur yang cepat, scoring yang memukau, kostum, dan CGI yang memesona menjadi kenikmatan tersendiri di film ini. Munculnya karakter populer yang dikenal dari seri Lord of The Ring, Legolas, juga pasti memenangkan hati para penggemar karya J.R.R Tolkien.
Film ini bisa menjadi rekomendasi tontonan saat Natal dan penghujung tahun 2013. The Hobbit: The Desolation of Smaug sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia. (ren)