Oka Antara (VIVAnews/Gestina Rachmawati)
Oka Antara (VIVAnews/Gestina Rachmawati)
VIVAlife - Aktor Oka Antara mengaku sangat tertantang mendapat peran yang cukup berbeda dari film-film sebelumnya. Dalam film bergenre thriller garapan The Mo Brothers "Killers", Oka menjadi seorang jurnalis yang mengalami depresi berat.
Ia merasakan cukup kesulitan memerankan karakter sebagai Bayu yang memiliki karakter unik, dan liar. Meski begitu, Oka mengaku senang karena ia bisa mengeksplor lebih dalam lagi untuk membawakan peran itu dengan baik.
"Karakter harus berani, lebih dalam. Sutradara minta, butuh sesuatu yang nggak normal, nggak kronologis logika. Senang justru marah dan meluap-luap," ujarnya saat ditemui dalam acara syukuran film "Killers" di ArtOtel, Sarinah, Jakarta Pusat.
Demi sukses memerankan karakter sebagai pria depresi, selain menerima masukan dari sutradara, Oka juga berusaha sampai harus mencari referensi melalui internet yang menampilkan adegan kekerasan.
"Berat, Bayu dalam rumah, stress, bergumul dengan video kekerasan. Rubber necking, sndrom kekerasan. Eksplor sendiri mendekatkan saya dengan website di internet yang banyak mengandung kekerasan bagaimana bisa manusia tertarik di situ," katanya.
Oka mengakui kesulitan membangun karakter yang tidak biasa tersebut. Ia mengatakan biasanya ia bermain dalam film drama yang menggunakan logika. Di sini ia harus mengesampingkan itu semua.
"Tim kasih arahan maunya apa, saya coba mengadaptasikan. Saya belajar dari mereka, genre liar, ide juga liar. Saya biasa main drama kadang pakai logika, di sini banyak logika bertabrakan. Dapat feel susah karena nggak masuk logika. Cukup menantang secara psikologis, tapi nggak sampai mempengaruhi sih," ucapnya.
Ia pun berharap melalui film ini, para pencinta film bisa melihat satu film yang berbeda dari yang lainnya yang melebihi ekspetasi semua orang.
"Berharap film ini bisa menemukan ekspektasi orang ke genre film yang unik. Bisa melihat sebuah produk memulai dengan cara prestasi yang sudah didapat duluan," katanya. (eh)