"Drama Tiga Babak" Dua Pedangdut Seksi




Julia Perez. (VIVAnews/Muhamad Solihin)




Julia Perez. (VIVAnews/Muhamad Solihin)



VIVAlife - Dewi Perssik dan Julia Perez. Keduanya sama-sama pedangdut fenomenal di Indonesia. Goyangan dan tubuh seksi, mereka jagonya. Namun persamaan itu justru membuat Depe dan Jupe bersetertu. Hingga akhirnya, mereka bernasib sama: harus merasakan hidup di balik jeruji besi.

Kisah mereka berkelok liku. Persis “drama tiga babak”. Babak pertama, awal berkonflik. Selanjutnya, proses peradilan yang bertingkat-tingkat. Terakhir, penjemputan yang terpaksa dilakukan tim kejaksaan.


Semua bermula dari syuting sebuah film horor, 2010. Depe dan Jupe, terlibat dalam film Arwah Goyang Karawang (belakangan judul diubah menjadi Arwah Goyang Jupe-Depe). Di salah satu adegan, mereka justru cakar-cakaran. Entah apa sebabnya, mereka bertengkar sungguhan.


Depe melaporkan lawan mainnya ke Mapolsek Matraman, Jakarta Timur.


Pada 11 Oktober 2011, Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan kekasih Gaston Castano itu bersalah. Ia dianggap menganiaya Depe, lantaran posisinya saat bergumul ada di atas mantan istri Saipul Jamil itu. Ia diganjar tiga bulan penjara, dengan masa percobaan selama enam bulan.


Vonis PN Timur itu sejatinya jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. JPU meminta Jupe dihukum 6 bulan penjara, sesuai Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Namun, Jupe tak terima. Berharap bebas, ia mengajukan banding. Hasilnya, Pengadilan Tinggi malah menguatkan JPU.


Kasus pun bergulir sampai tingkat kasasi. Ternyata, Mahkamah Agung mengubah hukuman menjadi 3 bulan penjara. Kali ini tanpa masa percobaan. Putusan itu diturunkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, 8 Februari 2013. Namun, Jupe tak kunjung memenuhi panggilan.


Pelantun Belah Duren itu sempat sakit, bahkan sampai dirawat. Beberapa minggu ia “buron”. Saat akhirnya dijemput di rumahnya, bilangan Cibubur, 18 Maret 2013 malam, Jupe masih memakai penyangga leher. Esok paginya, ia dijebloskan ke Rumah Tahanan Pondok Bambu.


Pada 17 Juni 2013, Jupe akhirnya melenggang bebas. Keluarnya Jupe dari rutan disambut bak putri. Ia diberi karpet merah. Bahkan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta.


Lalu lihatlah nasib Depe, yang tak jauh berbeda. PN Timur juga memvonisnya bersalah. Hanya saja, hukumannya lebih ringan. Cukup dua bulan penjara. Itu tentu lebih ringan dibanding JPU yang menuntutnya sampai 6 bulan penjara. Kasus pun “naik kelas” ke Mahkamah Agung.


Di sana, Depe mendapat hukuman finalnya. Sama seperti Jupe, ia juga harus menjalani 3 bulan penjara. “Kami tidak sependapat dengan PN. Visum dokter menunjukkan pemukulan,” ungkap seorang sumber MA, membandingkan hukuman Depe dengan tuntutan JPU.


Sama seperti Jupe, pemilik Goyang Gergaji itu juga tak langsung “menurut”. Ia juga beberapa kali tak memenuhi panggilan kejaksaan. Hingga akhirnya, Kamis, 13 Februari 2014 Depe dijemput di rumahnya, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Barulah ia tunduk.


Hanya saja, Depe tak mau naik mobil tahanan kejaksaan. Ia menyetir mobilnya sendiri, sebuah Jaguar hitam. Kamis petang, ia tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Malam itu juga, Depe langsung menghuni Rutan Pondok Bambu. Ia menapaki jejak yang sama seperti Jupe dulu.


“ Saya siap menjalani hukuman ini,” kata Depe, membulatkan tekad sebelum memasuki rutan.


Lantas bagaimana komentar Jupe? Ia meminta maaf, dan mengaku tak menyangka temannya sesama pedangdut itu harus bernasib sama sepertinya. “Saya tidak ingin menari-nari di atas penderitaan orang lain, mencela tidak baik,” ucapnya.


Apakah setelah Depe keluar nanti, keduanya akan betul-betul berdamai? Atau akan ada lagi drama babak selanjutnya?