IL Divo (classicmusic)
VIVAlife - Jumat malam, Grand Ballroom Ritz-Carlton Pasific Place dipenuhi pengunjung berbalut busana mewah. Mereka hadir untuk menyaksikan konser quartet pria bersuara merdu, IL Divo. Konser kali ini mereka mengusung tema IL Divo - A Musical affair: The Greatest Songs of Broadway Live.
Sekitar pukul setengah sembilan malam, Aminoto Kosin Orkestra mulai memainkan alunan nada-nada indah dalam lagu Don't Cry for Me Argentina, All I Ask of You dan Memory.
Perlahan keempat personel IL Divo muncul membawakan lagu pembuka berjudul Tonight (West Side Story) dan Some Enchanted Evening (South Pasific). Dua lagu pertama berakhir, satu persatu personil menyapa penonton.
"Selamat malam Jakarta," buka Carlos Marin yang mencoba menyapa penonton dengan bahasa Indonesia. "Senang sekali bisa kembali kesini untuk kelima kalinya karena kalian adalah orang-orang yang paling ramah di Asia."
Urs Buhler mendapatkan kesempatan menyapa penonton selanjutnya, "Malam ini kami akan menyanyikan banyak lagu. Akan ada banyak lagu dari album terbaru kami 'Musical Affair'."
"Bersama IL Divo saya bisa melakukan tour keliling dunia dan yang menjadikannya anugerah adalah ketika bisa bertemu dengan banyak orang hebat seperti kalian," Sebastien Izambard mendapat giliran ketiga untuk menyapa penonton.
Tak mau kalah dengan rekan-rekannya yang lain, David Miller menyapa penonton sambil berbagi cerita dalam waktu yang lebih panjang dibanding teman-temannya. Ia mulai menceritakan awal karirnya sebelum bergabung dalam II Divo dan bernyanyi solo.
Puas menyapa penggemarnya, mereka segera beraksi membawakan If Ever I Would Leave You.
Secara keseluruhan, konser dibagi dalam dua bagian. Masing-masing part diisi dengan sepuluh lagu dengan jeda sekitar 15 menit ke bagian selanjutnya. Terhitung lagu-lagu fenomenal seperti Unchained Melody (), Memory, I Will Always Love You, Don't Cry For Me Argentina, Bring Him Home dan You'll Never Walk Alone sukses dibawakan dengan cara mereka.
Keempat personelnya terlihat cukup komunikatif. Tak hanya berusaha menyapa penonton dengan bahasa Indonesia seperti 'Selamat malam, terimakasih, dan aku cinta kamu', secara aktif mereka juga bergantian untuk berinteraksi dengan penonton. Sekedar berbagi cerita atau menerangkan lagu-lagu yang baru dibawakan dan lagu selanjutnya yang akan dinyanyikan.
Konser berjalan tertib tanpa hingar-bingar atau sorak-sorai. Penonton seolah terhanyut dalam lantunan nada yang dibawakan grup musik crossover tersebut. Hanya ada tepuk tangan membahana kala musik berhenti dan standing ovation mereka terima di dua lagu terakhir yaitu My Way dan Time to Say Goodbye.
Aksi Panggung
Tak ada koreografi, dancer pengiring, jingkrak-jingkrak, atau teriakan histeris penonton dalam konser IL Divo. Quartet pria bersuara emas tersebut benar-benar membius penonton lewat setiap nada dalam lagu yang mereka bawakan.
Namun ada banyak momen mengesankan yang mereka tampilkan lewat gimmick atau intermezo ringan yang memicu tawa atau sekedar mencairkan suasana bersama penonton.
Salah satunya adalah saat mereka membawakan lagu I Will Always Love You. Lagu dimulai dengan acapela salah seorang personel yang berdiri di sisi kanan panggung dan diterangi spotlight yang mengarah padanya.
Memasuki part selanjutnya musik mulai mengalun dan lagu berlanjut. Tiba dibagian reff mendadak personil yang tadinya beracapela seorang diri dipeluk oleh satu rekannya yang lain sambil melantunkan lirik, "I will always love you..."
Sontak penonton terpukau dengan adegan berpelukan yang terjadi. Suasana mungkin akan nampak berbeda jika adegan tersebut dilakukan oleh sepasang pria dan wanita. Namun itu hanya gimmick semata karena lagu berlanjut dan mereka berempat kembali membius penonton.
Kejadian menarik lainnya saat Sebastien Izambard berusaha menggoda penonton sebelum mengungkapkan apresiasinya kepada penonton setia Jakarta.
IL Divo memang memiliki penggemar setia di Jakarta, pasalnya ketika di awal konser salah seorang personil bertanya berapa banyak orang yang telah menonton konser untuk kelima kalinya, hampir semua penonton di barisan depan mengangkat tangan.
Setelah menyanyikan lagu kesembilan, Pour Que Tu, Sebastien mencoba berinteraksi dengan penonton. Ia mendekat ke bibir panggung seolah ada yang memanggilnya.
"Apa sayang?" godanya sambil memiringkan telinga, "Aku mencintaimu?" katanya seolah menirukan orang yang mengungkapkan sesuatu kepadanya.
Sebastien melanjutkan dengan mengatakan betapa ia mencintai para fans yang telah mendukung karir IL Divo selama ini.
"Kami sudah sepuluh tahun berkarya. Betapa beruntungnya saya bahwa saya bisa kemana-mana di seluruh dunia. Kami berterimakasih karena setiap kali kami ke Jakarta, kami disambut dengan kesuksesan. Terima kasih banyak." (umi)