Ustaz Guntur Bumi (VIVAnews/Rizky Sekar Afrisia)
Ustaz Guntur Bumi (VIVAnews/Rizky Sekar Afrisia)
VIVAlife - Praktik pengobatan alternatif yang dikelola oleh Ustaz Guntur Bumi belakangan menjadi sorotan. Suami Puput Melati ini sempat dilaporkan sejumlah pasiennya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena dinilai melakukan pengobatan sesat.
Tak hanya itu, sejumlah orang yang pernah menjadi pasiennya mengaku merasa diperas, karena UGB menerapkan tarif tinggi berkedok zakat dan sedekah.
Mengenai laporan para pasien UGB, MUI pun telah menindaklanjuti dan sudah pula melakukan peninjauan. Hasilnya pun diumumkan hari ini. MUI ingin, UGB menjalani pembinaan selama 6 bulan.
"Pembinaan dilakukan sejak ditandatangani hari ini" kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Amirsyah Tambunan saat ditemui di kantornya, kawasan Jakarta Pusat, Rabu 12 Maret 2014.
Pembinaan yang pertama, lanjutnya mengenai pemahaman rukiyah. MUI mengupayakan, agar UGB melakukan metode pengobatan dengan jalan rukiyah sesuai dengan standar Islam sehingga tidak ada kemusyrikan.
"Itu tugas kita ke depan. Ini untuk diberikan pagar pengaman, takutnya muncul pengobatan alternatif. Masyarakat juga harus hati-hati, perlu teliti," katanya.
Mengenai pembinaan ini, diakui pula oleh Amirsyah, UGB sudah siap untuk dibina."Akan kita lakukan pemantauan terus," ujarnya.
Sementara mengenai zakat dan sedekah yang diterapkan dalam praktik pengobatan UGB, pihak MUI pun minta agar sistem manajemen pengobatan UGB dibenahi.
"Praktek pengobatan ada ketidakjelasan dari zakat. Zakat, infaq, sedekah, masih campur baur manajemennya. Ini kurang jelas manajemennya. Ini yang patut dibenahi," lanjut salah satu anggota tim penyidik MUI, Yusuf Asri.
Apalagi katanya dari hasil penyidikan selama dua bulan, pihak MUI menemukan, ada beberapa staf UGB yang mengkaitkan sedekah dengan pengobatan dan penyembuhan. Padahal dalam Islam, sedekah tak bisa dipaksakan.
"Sedekah itu harus ikhlas, ini dikaitkan dengan penyembuhan, sehingga orang jadi takut. Ini harus diperbaiki," katanya.