Ilustrasi pesawat Malaysia Airlines. (Planespotter/Bruno Muthelet)
Ilustrasi pesawat Malaysia Airlines. (Planespotter/Bruno Muthelet)
VIVAlife - Misteri MH370 terpecahkan. Akhirnya diketahui siapa dalang di balik hilangnya pesawat Malaysian Airlines dalam perjalanan ke Beijing itu. Bahkan, detik demi detik tragedi terekam jelas.
Namun, semua itu hanya versi film. Trailer The Vanishing Act, film garapan sutradara Rupesh Paul ini diputar pada Cannes International Film Festival, Sabtu lalu, dengan tujuan menarik investor.
Film itu dibuat berdasarkan tragedi MH370 yang hingga kini tak diketahui ujung kisahnya. Diklaim, itu menampilkan cerita tak terungkap yang selama ini menyelimuti misteri MH370.
Trailer diawali dengan keberangkatan pesawat dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Di atas pesawat, intrik terjadi. Ditampilkan seorang pramugari terlibat asmara dengan pramugara.
Keduanya berciuman mesra di atas pesawat, disaksikan dengan sinis oleh pramugara lainnya. Muncul pula sosok mencurigakan lain, seorang penumpang berbusana biru dengan tatapan tajam.
Satu sosok misterius lagi, tengah menyiapkan senjata api di salah satu sudut. Tepat setelah itu, pesawat berguncang. Trailer berdurasi 90 detik itu pun ditutup dengan kepanikan penumpang.
Mengutip Daily Mail, film itu diperkirakan akan rilis di bioskop beberapa bulan mendatang. Disebut-sebut, The Vanishing Act hanya butuh 35 hari untuk syuting dan melibatkan 200 aktor.
Paul bahkan hanya butuh waktu sekitar 20 hari untuk menulis naskahnya. Ia mendasarkan kisah pada teori seorang jurnalis Malaysia yang identitasnya dirahasiakan.
Butuh US$3,5 juta atau hampir mencapai Rp40 miliar untuk memproduksi film itu. Namun, tidak seluruhnya sesuai dengan kisah MH370 yang sebenarnya.
Contohnya, The Vanishing Act menggunakan pesawat Boeing 747, bukan Boeing 777 seperti MH370. Kisahnya juga tak mungkin sama persis, karena misteri MH370 belum terungkap.
“Satu-satunya kesamaan antara film dan tragedi hanya soal pelibatan pesawat yang hilang,” tutur Sritama Dutta, Associate Director film itu.
Merunut ke belakang, MH370 dinyatakan hilang kontak dengan pengawas lalu lintas udara, 8 Maret lalu. Hingga kini, pencarian pesawat masih dilakukan. Pesawat itu membawa 12 kru dan 227 penumpang.
Tragedi itu memunculkan ide di benak puluhan sutradara di dunia. Namun, Paul merupakan yang pertama merilisnya. Terhitung, 10 minggu sejak MH370 hilang, trailer The Vanishing Ash langsung rilis.
Di YouTube, trailer menuai kritik. Salah satu komentar menyebut tim produksi film tak berperasaan. Sebab, pesawat belum ditemukan, mereka sudah berupaya menuai keuntungan lewat peluncuran film.
Paul dianggap menyedihkan karena tak mau bersimpati kepada keluarga yang kehilangan anggotanya dalam tragedi hilangnya pesawat. (one)