Andrew Garfield. (REUTERS/Victoria Will)
Andrew Garfield. (REUTERS/Victoria Will)
VIVAlife - Spiderman meninggalkan kostum ketatnya. Alih-alih bergelantungan dari gedung ke gedung, ia malah menyusuri jalan raya dengan santai. Tak ada jaring laba-laba dibuatnya.
Riasannya berubah total. Tak hanya kepalanya yang dipasangi rambut palsu panjang warna pucat, ia juga mengenakan gaun. Matanya dibungkus lingkaran merah. Bibirnya pun kemerahan oleh lipstik.
Citra Spiderman memang terlanjur melekat dalam diri Andrew Garfield. Karena itulah, melihat ia memerankan wanita transgender dalam video klip terbaru Arcade Fire, We Exist, terasa sangat aneh.
Seperti Jared Leto yang membawa pulang Piala Oscar karena kesuksesannya mengubah diri menjadi wanita dalam film Dallas Buyers Club, Andrew pun nyaris tak terkenali. Namun, ia tampak santai.
Video klip diawali dengan Andrew mencukur habis rambutnya. Ia lalu tampak gelisah dan dilema saat harus memilih busana. Pilihan pun jatuh pada kemeja oranye, celana pendek, dan sepatu hak tinggi.
Dengan gemulai, Andrew berjalan memasuki sebuah bar. Di sana, ia melalui pergolakan batin menyakitkan. Hingga akhirnya, adegan dansa berubah jadi pertarungan sengit dengan sejumlah pria.
Setelah berdansa solo dengan gerakan-gerakan luwes, Andrew kembali mengubah kostum. Kali ini, ia mengenakan gaun putih dan sepatu boots cokelat. Bersama band, ia naik ke atas panggung.
Video klip itu mengandung pesan kuat bagi golongan homoseksual. Baru diunggah di YouTube, video klip langsung dipenuhi komentar pro dan kontra. Ada yang menganggapnya menebarkan virus tak baik.
Namun, beberapa komentar meminta penonton di seluruh dunia menanggapi video itu dengan bijaksana. Lagipula, kekasih Emma Stone itu pasti punya alasan tersendiri sehingga mau dijadikan model.
Arcade Fire melambung namanya sejak memenangi Grammy Awards sebagai album musik terbaik tahun 2011. We Exist merupakan salah satu lagu dalam album Reflektor yang dirilis pada 2013. (One)