Waldjinah (VIVA/Fajar Sodiq Solo)
Waldjinah (VIVA/Fajar Sodiq Solo)
VIVAlife - Penyanyi keroncong legendaris, Waldjinah, dulu woro-wiri tampil di Istana Negara. Menyanyi di depan Presiden dan tamu kehormatan bukan hal yang baru baginya. Pelantun Walang Kekek ini ternyata memiliki pengalaman menyanyi keroncong dengan Presiden SBY
Waldjinah menceritakan saat SBY belum menjabat Presiden pernah ketemu dengannya. Pertemuan itu terjadi di Taman Mini Indonesia Indah. Waldjinah ingat jika waktu itu ia sedang bernyanyi. Dalam suatu kesempatan ia bisa mengobrol dengan SBY.
"Waktu itu Pak SBY bilang pada saya. Bu Waldjinah besok kalau saya maju jadi Presiden, pilih saya ya. Nanti kalau saya terpilih jadi Presiden, saya janji menghidupkan musik keroncong," kenang Waldjinah.
Ketika itu, Waldjinah hanya menjawab pernyataan SBY dengan senyuman. Tak berselang lama, SBY pun menjadi Presiden RI ke-6. Meski berhasil menjadi Presiden, sayang musik keroncong masih jalan di tempat. Bahkan saat zaman Presiden SBY, keroncong diklaim milik tetangga sebelah, Malaysia.
"Ya, nggak menagih janji dari Pak Presiden. Tetapi ya, dulu Pak Presiden menjanjikan seperti itu," ungkap biduan kelahiran 1945 lalu itu.
Waldjinah pun memberikan perbandingan dengan sikap masing-masing Presiden RI saat peduli dengan keroncong. Ia mencontohkan jika zaman Presiden Soekarno hingga Soeharto, ia selalu didapuk untuk menyanyi di Istana Negara saat ada tamu kenegaraan.
"Ya, menyanyi langgam dan keroncong. Ketika itu nyanyinya bareng Hetty Koes Endang dan Sundara Soekotjo. Biasanya nyanyi saat santap makan malam," ujarnya.
Tradisi musik keroncong bergema di Istana Negara itu menurun hingga Presiden Habibie dan Abdurrahman Wahid. Namun, saat era pemerintahan Megawati, tradisi itu sempat berhenti.
"Pas zaman Mbak Mega itu saya sudah tidak diundang lagi," tuturnya.
Diundang Sekali
Lantas saat zaman pemerintahan Presiden SBY, Waldjinah hanya diundang sekali nyanyi di Istana Negara. Kesempatan itu dilakoninya hanya saat tahun pertama SBY menjabat sebagai Presiden.
"Cuma sekali, pas tahun pertama. Ya tidak berselang lama saat ketemu Pak SBY di TMII. Yang beliau berjanji akan menghidupkan keroncong itu. Habis itu sudah tidak pernah lagi saya diundang nyanyi di Istana," ungkapnya.
Menurut Waldjinah, musik keroncong merupakan musik asli tradisi bangsa Indonesia. Jadi jika musik itu ditampilkan di depan tamu kenegaraan, akan menjadi sebuah promosi. "Karena para tamu asing jadi tahu, kalau musik keroncong itu salah satu identitas bangsa Indonesia," tuturnya. (ren)