Hamish Daud Belajar Banyak di Film Supernova




Hamish Daud (VIVAnews/Ahmad Rizaluddin)




Hamish Daud (VIVAnews/Ahmad Rizaluddin)



VIVAlife – Hamish Daud, pria bule berpostur tinggi tegap ini, sebelumnya pernah bermain dalam film omnibus berjudul RectoVerso. Kini, di akhir 2014, ia mengaku sedang sibuk mempromosikan film terbarunya, yang berjudul Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh.


Sebuah film, yang ceritanya diangkat dari novel laris karya Dewi Lestari, berjudul sama yang muncul pada 2001.


Di film ini, ia menjadi tokoh Dimas, pemuda yang sekolah di Amerika Serikat, cerdas dan senang menulis. Bersama seorang teman bernama Reuben, mereka kemudian sepakat membuat sebuah novel bergenre romantis sains.


Tentang kiprahnya di film ini, Hamish mengaku benar-benar tak menyangka, karena sebenarnya ia tak memiliki bekal akting yang cukup sebelumnya.


“Dulu tak pernah berpikir bisa main di film sebesar ini. Bayangkan, bujet pembuatannya saja sampai Rp20 miliar. Jadi, rasanya bangga sekali bisa main dengan para aktor berbakat di proyek film ini. Selain saya, ada aktor Herjunot Ali, Fedi Nuril, Arifin Putra, dan Raline Shah,” ujar pria itu dengan bahasa Indonesia yang fasih.


Hamish mengatakan, produser dari Soraya Intercine, dan sutradara Rizal Mantovani, benar-benar menjadi mentornya di film ini. Dengan jujur, mereka katakan apa kekuatan dan kelemahan dalam akting Hamish, sehingga pria itu dapat terus memperbaiki diri.


Saat ditanya, apakah dia mendapat kesulitan, menjadi tokoh Dimas yang gemar menulis, Hamish hanya tersenyum. “Kebetulan latar belakang pekerjaan saya di dunia kreatif. Saya kerja di advertising, menjadi copywriter. Membuat pers rilis dan advertorial sudah biasa, jadi bisa dibilang menulis sudah jadi passion saya,” katanya.


Hamish mengatakan, film ini akan tayang serentak, di bioskop Indonesia pada 11 Desember 2014. Berikut adalah trailer dari film tersebut.