Air Terjun Sri Getuk Yogya Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood




Poster film Beyond Skyline (Fan Page Beyond Skyline)




Poster film Beyond Skyline (Fan Page Beyond Skyline)



VIVAnews - Keindahan objek wisata Air Terjun Sri Getuk, yang berada di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY tak hanya menarik wisatawan lokal. Sutradara Hollywood pun ingin menjadikannya sebagai latar lokasi sebuah film.

Bahkan objek wisata Air Terjun Sri Getuk saat ini bisa disejajarkan dengan objek wisata di Bali yang juga digunakan oleh sutradara Hollywood untuk pengambilan gambar.


Dalam waktu dekat, yaitu 10-12 Desember 2014 di kawasan objek wisata Air Terjun Sri Getuk akan digunakan untuk pengambilan gambar film yang berjudul "Beyond Skyline" besutan sutradara Liam O’Donnell.


Sejumlah artis yang terlibat dalam film ini di antaranya bintang film Capten America, Frank Grillo dan aktor film Raid, Iko Uwais. Fiksi ilmiah tentang serangan Alien yang datang ke Bumi pada 2010 juga akan tampil dalam pengambilan gambar tersebut.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul, Saryanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait salah satu destinasi wisata di Gunungkidul yang akan dijadikan lokasi pengambilan gambar film besutan sutradara Liam O’Donnell.


"Kami sudah mendapatkan konfirmasi akan pengambilan gambar di objek wisata Air Terjun Sri Getuk," katanya, Minggu 7 Desember 2014.


Dia berharap momentum tersebut bisa digunakan sebagai ajang promosi wisata dari Kabupaten Gunungkidul, yang dalam beberapa tahun meningkat. Tidak hanya promosi di dalam negeri tetapi juga untuk luar negri.


"Harapannya wisata kami akan dikenal oleh wisatawan luar negri," imbuhnya.


Saryanto mengatakan, tidak mencampuri terkait penggunaan lokasi Sri Getuk sebagai lokasi pengambilan gambar. Semuanya diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.


"Semuanya dikelola oleh Pokdarwis, kami hanya menerima pemberitahuan," katanya.


Ketua Pokdarwis Air Terjun Srigetuk Tri Harjono mengatakan, penutupan untuk umum dilakukan pada 11-12 Desember.


"Kami masih tunggu konfirmasi karena akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi," katanya.


Menurut dia, pengambilan gambar akan dilakukan di sekitar air terjun di sekitar persawahan, tidak jauh dari lokasi air terjun. Jalan masuk akan digunakan untuk keluar masuk kru film.


"Memang harus ditutup karena untuk keamanan kru dan pengunjung sendiri," ujarnya.


Tri mengatakan, selama penutupan, akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp10 juta per hari atau sama dengan 1.000 kunjungan per harinya. Selain itu, masyarakat sekitar merasakan dengan dipakai sebagai figuran sebanyak 50 orang, dan digunakan rumah warga sekitar untuk penginapan kru film. Ada 10 rumah yang akan dimanfaatkan untuk penginapan.


"Untuk bintang film katanya akan menginap di salah satu hotel Yogyakarta," jelasnya. (art)