Dua Film Indonesia Masuk Festival Cannes di Prancis

Membanggakan, karena festival ini dikenal selektif dalam memilih film.




VIVA.co.id - Mengangkat karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, sineas muda Indonesia memperkenalkan film "Dedes" ke ajang festival internasional Cannes Film Festival yang akan diselenggarakan di Prancis, 13-24 Mei 2015.


Film berdurasi enam menit dengan genre drama sosial itu berhasil masuk untuk kategori Film Pendek (Short Film Corner).


Cannes Film Festival sendiri merupakan gerbang pertama yang mengantarkan Dedes ke jajaran karya terbaik mancanegara.


Namun, Dedes bukan satu-satunya film buatan anak muda Indonesia di festival yang sudah ada sejak 1946 ini. Film lain berjudul Barefoot atau dalam bahasa Indonesia "Nyeker", juga lolos dalam nominasi yang sama dalam festival film tahun ke-68 ini.


Frederica Pingkan, produser sekaligus pemeran utama di film Dedes, mengatakan meski dengan segala keterbatasan, tapi dia bangga sekaligus bersyukur karyanya bisa masuk dalam festival internasional itu.


"Aspirasi anak-anak bangsa akhirnya dapat dipersembahkan dalam Short Film Corner sebagai World Premiere," ujar Pingkan dalam rilis yang diterima VIVA.co.id, Sabtu 21 Maret 2015.


Ia berjanji akan terus membawa film ini ke tingkat lebih tinggi dan jenjang yang lebih jauh lagi.


Sementara itu, Galih Sakti, sutradara dan penulis naskah film Nyeker, mengatakan filmnya adalah hasil kerja keras anak bangsa. Dia menuturkan, sejak proses di tahap penulisan skenario sampai produksi, Nyeker menghadapi banyak tantangan. Namun dengan kerja keras, film ini akhirnya rampung dan mendapat apresiasi.


"Dengan lolosnya Nyeker di Short Film Corner Cannes 2015, saya berharap film Indonesia dapat lebih diapresiasi di kancah internasional," ujar Galih.


Nyeker adalah film yang menceritakan masa tanam paksa pada era kolonialisme, di mana seorang bocah Belanda menjalin persahabatan dengan gadis misterius yang tinggal di dalam hutan. (ase)