Raef, Penyanyi Amerika yang Mengikuti Jejak Maher Zain

Raef adalah seorang penyanyi muslim.




VIVA.co.id - Sebuah tayangan baru tentang traveling di televisi akan menjadi tontotan alternatif buat pemirsa di rumah. Menjelang bulan suci Ramadan, ada satu Channel Muslim Nusantara yang mempersembahkan program The Journey of A Backpacker.

Program yang diluncurkan di Empirica, Pacific Place, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret 2015. Tayangan itu menceritakan perjalanan penyanyi muslim asal Amerika-Mesir, Raef Haggag, dan temannya Muhammad Asaad. Asaad adalah entrepreneur yang juga penulis buku Notes from Qatar.


"Program tayangan ini menarik karena menyampaikan pesan syariah dengan cara entertaining," kata Assad.


Acara jalan-jalan ala backpaker muslim ini menggambarkan kesederhanaan dua host selama menelusuri sumber inspirasi Islam di Indonesia. Tak hanya itu, mereka menemui banyak tokoh Islam di daerah atau mengunjungi tempat yang begitu susah dijangkau.


"Saya dan Raef ingin menunjukkan, Islam di Indonesia paling Rahmatan lil alamin, Islam di Indonesia adalah Islam yang untuk semuanya, memberi keindahan dan kedamaian dibandingkan warga muslim di negara lain," kata Asaad.


Asaad dan Raef memang senang jalan-jalan, menelusuri banyak tempat dan menemukan hal baru, kemudian menceritakannya ke orang lain. Nah, uniknya, saat memulai syuting The Journey of A Backpacker itu, Asaad dan Raef belum saling mengenal.


"Saya pertama ketemu Raef di bandara. Belum kenal, tapi udah cipika cipiki. Tapi, di tayangan ini kami harus kayak teman lama yang ketemu kembali," ucap Asaad tertawa. Raef juga merasakan hal yang sama, jalan-jalan untuk program ini membuatnya terpukau.


Menurut Raef, muslim di Indonesia adalah muslim sebenarnya. "Muslim di Indonesia adalah yang paling ramah dan menunjukkan keislamannya," kata Raef yang mencintai warga Indonesia, karena keramahan dan senyumannya. Salah satu yang ditemuinya adalah Asma Nadia dan Anton Medan. Lain lagi cerita berkesan Asaad.


"Saya terkesan saat ke Suralaya. Kami melihat kesengsaraan korban narkoba. Banyak anak muda dirawat di sana. Itu pelajaran berharga," tutur Assad. (art)