Di Bali, Indra mengaku lebih nyaman.
"Sejak Desember saya tinggal di Bali. Keluarga semua di sini, Eva bolak-balik (Jakarta-Bali)," kata Indra ditemui di sela event Bali Live International Jazz Festival 2015 di Seminyak, Kuta, Bali, Senin, 9 Maret 2015.
Ia memiliki alasan tersendiri untuk pindah dari Jakarta ke Bali. Menurutnya, Jakarta kini sudah bukan kota yang seimbang lagi.
"Saya merasa di Jakarta sudah tidak seimbang. Keadaan kota di Jakarta, mungkin karena polusinya, macet, membuat manusia jadi cepat marah, susah berpikir," ujar dia.
Hal itu pula yang ia rasakan. Indra mengaku sulit menghasilkan karya. "Efeknya ke seniman, terutama saya, susah untuk berkarya lagi. Penat di jalan empat jam kena macet. Sampai studio atau kantor terlambat. Itu bisa mengikis nuansa berpikir kita," katanya.
Sementara baginya, pekerjaan yang ia geluti berkaitan erat dengan pikiran, hati dan menyangkut perasaan. "Jadi perlu suasana yang lebih seimbang. Bali suasananya masih seimbang baik dari segi hubungan manusia dengan alam, dengan manusia maupun spiritualnya," urai Indra.
Ia berharap apa yang dicarinya dapat ditemukan di Bali. "Mudah-mudahan yang saya cari bisa saya dapatkan di Bali," harap Indra.