Nonton Film Tentang Anak Supir Angkot, Menteri Ini Menangis




Mari Elka (VIVAnews/Fernando Randy)




Mari Elka (VIVAnews/Fernando Randy)



VIVAlife - Film inspiratif '9 Summers 10 Autumns' memang layak menjadi tontonan yang direkomendasikan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Rabu, 15 Mei 2013 malam, giliran Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif (Kemenparekraf) yang menonton bersama film itu. Menparekraf Mari Elka Pangestu pun turut hadir dalam acara itu.

Menyaksikan perjalanan Iwan Setyawan, seorang anak sopir angkot dari Batu yang berhasil menjadi direktur di New York, Mari tak kuasa menahan air mata. Bahkan, saat keluar bioskop pun ia masih terharu mengingat lika-liku kehidupan Iwan. Sambil bersalaman dengan para pemain yang hadir seperti Ihsan Tarore dan Alex Komang, ia menyampaikan kekaguman dan pujiannya.


Bahkan, saat berbincang bersama sang penulis novel yang mendasari pembuatan film itu, Iwan Setyawan yang asli, berkali-kali air mata Mari terus menetes. Ia mengakui, adegan yang menurutnya paling menguras air mata adalah scene terakhir saat pemeran Iwan (Ihsan Tarore) berbagi pengalaman hidupnya di depan orang banyak. Itu terjadi setelah ia pulang ke kampung halamannya di Batu, Malang, Jawa Timur dari New York.


"Karena dia kan akhirnya menyadari, setelah merasa pertentangan di dirinya 'kenapa bapak selalu marahin saya untuk jadi laki-laki'. Bahwa bapaknya lah yang berjasa," terang Mari yang ditemui usai menonton di XXI Epicentrum, Kuningan. Ia masih ingat betul adegan saat Iwan mendongak ke tribun di lantai atas, dan menyaksikan bapaknya (Alex Komang) duduk seorang diri di sana.


Adegan itu memang menjadi penutup yang indah, sebuah antiklimaks yang sempurna. Iwan sadar betul, di samping seorang ibu yang bersahaja, berkat bapak lah ia bisa kuliah di IPB (Institut Pertanian Bogor), bekerja di Jakarta, sampai hijrah ke New York. Setelah kata-kata mengharukan di atas panggung, adegan selanjutnya adalah wujud bakti yang ditunjukkan dengan niat Iwan menyopiri mobil yang memuat seluruh anggota keluarganya.


Menurut Mari, '9 Summers 10 Autumns' merupakan salah satu film Indonesia yang berkualitas. Selain menyiratkan pendidikan dan nilai kekeluargaan, film itu juga bisa menjadi salah satu alat mempromosikan pariwisata kota Batu. (eh)