Saksi Melihat Ardina Rasti Pingsan dan Luka




Ardina Rasti (VIVAnews/Muhamad Solihin)




Ardina Rasti (VIVAnews/Muhamad Solihin)



VIVAlife - Sidang kasus kekerasan aktor Eza Gionino kembali digelar dengan menghadirkan beberapa saksi. Saksi pertama yang dihadirkan adalah petugas keamanan saat kekerasan terjadi di Pejaten. Adi Pramono, petugas keamanan perumahan yang ditinggali Rasti.


Dalam kesaksiannya Adi menyatakan melihat ada luka di jari kaki Rasti sebelah kiri. "Saya antar ke rumah sakit. Masih ada kaca menancap di kakinya (Rasti), saya biarkan dokter yang angkat," ucapnya kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Rabu 8 Mei 2013.


Adi menjelaskan, saat kejadian Juli 2011 ia tengah berjaga di sekitar perumahan. Sekitar pukul 23.30 ia mendengar ada keributan di rumah Rasti.


"Setelah setengah jam ada kedengaran kaca pecah keras sekali. Saya ada di depan rumah, jarak saya sekitar 7 meter. Ada bunyi benturan," ujarnya.


Tak berapa lama, Adi melihat Eza membuka pagar rumah rasti. Adi yang saat itu bersama adik iparnya, Joko diminta membantunya. "Saya lihat, saat itu Rasti pingsan," katanya.


"Rasti nggak sadar sama sekali. Pingsan. Saya tepuk nggak ada reaksi. Saya cuma nanya kok anak ini sampai seperti ini, kamu apain, jawaban dia jatuh dari kamar mandi," lanjutnya.


Sementara itu, saksi lainnya pengamat telematika, Abimanyu Wahyu Hidayat juga memberikan kesaksian berkaitan rekaman suara percekcokan Rasti dan Eza. Ia menyatakan ada perbedaan di metadata rekaman tersebut.


Jika Rasti menyebutkan rekaman itu direkam pada 8 Juni 2012, Abimanyu berkata lain. "Soal keluhan adanya tamparan, dari audio tidak terdengar bunyi tamparan. Biasanya tamparan cukup jelas (suaranya). Kemudian dari data digital, saya runut bukti yang ada, ada temuan bahwa rekaman tersebut dari metadata terjadi pada 10 Juni 2012. Pukul 16.30," tuturnya.


Sejak awal persidangan digelar, Ardina Rasti selalu terlihat datang dan mengikuti jalannya sidang. Menurutnya, ia harus terus memantau jalannya sidang khawatir saksi dari pihak Eza memberikan kesaksian di luar fakta sebenarnya.


"Memantau saja, karena semua saksi dan bukti autentik sudah ada. Aku datang lebih karena untuk support saja," ujarnya. (umi)