Musisi Jazz Mus Mujiono saat tampil usai konferensi pers jelang perhelatan Jakarta Jazz Festival (JakJazz) 2014 di Jakarta, Selasa (28/10). (ANTARA FOTO/Teresia May)
Musisi Jazz Mus Mujiono saat tampil usai konferensi pers jelang perhelatan Jakarta Jazz Festival (JakJazz) 2014 di Jakarta, Selasa (28/10). (ANTARA FOTO/Teresia May)
VIVAlife - Ada yang berbeda dari perhelatan musik Jakarta Jazz Festival tahun ini. Festival jazz yang lebih dikenal sebagai Jak Jazz tersebut tampil dengan wajah dan atmosfer baru.
Jak Jazz 2014 menampilkan format berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini penyelenggaraannya di enam wilayah DKI Jakarta (Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu) dengan 20 titik tempat yang berbeda selama 14 hari yakni dari 24 November 2014-7 Desember 2014. Ke-20 tempat tersebut rencananya akan diselenggarakan di tempat-tempat seperti kampus, mal, taman kota, dan kafe.
Uniknya, Jak Jazz akan diselenggarakan di sejumlah tempat wisata di Jakarta seperti Museum Fatahillah, Situ Babakan, Kota Tua, hingga Waduk Pluit. Bahkan untuk penutupannya sendiri tanggal 7 Desember mendatang akan dilaksanakan di tempat ikon Jakarta, Lapangan Monas.
Pihak penyelenggara Jak Jazz juga mengusahakan untuk melaksanakannya di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tak lain tujuannya agar musik jazz lebih menyentuh semua lapisan masyarakat termasuk masyarakat golongan ke bawah.
"Tahun ini kami akan adakan pembukaannya di Taman Ismail Marzuki dan penutupan di Monas. Kami usahakan juga di Pasar Tanah Abang agar musik jazz juga bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Tantangannya sekarang adalah mendapatkan izin dari Pemda" ucap Richard Buntario, salah satu pihak penyelenggara JakJazz saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Menurut Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Tinia Budiarti, ciri khas musik jazz harus dinikmati dengan intim, penuh perhatian, dan ketenangan. Tetapi ini tidak akan membuat masalah pengamanan menjadi mengkhawatirkan.
"Saya rasa warga sekitar pasar (Tanah Abang) akan bisa menerimanya. Mungkin sekarang hanya mendengar tetapi tahun depan sudah bisa mengerti," ucapnya.
Ia pun menambahkan jika penyelenggaraan khususnya di Pasar Tanah Abang dan Situ Babakan akan menampilkan tampilan jazz yang berbeda yakni betawi jazz sehingga lebih familiar dengan kelas masyarakat bawah.
Jak Jazz Festival tahun ini memang akan menampilkan kemurnian jazz dan subgenrenya, mulai dari traditional jazz, straight ahead, jazz funk, jazz rock, fusion, soul, brazillian, latin, modern jzz, etnic jazz, electronic jazz, crossover jazz, ragtime, hingga mengusung kearifan lokal yaitu betawi jazz.
Dengan mengusung tema The Great Audition Fest, festival jazz ini akan menggunakan konsep audisi untuk menampilkan bakat-bakat muda dari seluruh Indonesia. Target yang akan tersaring sekitar 200 musisi jazz muda untuk tampil dalam acara ini. Tak hanya itu, musisi jazz ternama tanah air seperti Idang Rasjidi, Ireng Maulana, dan Mus Mujiono juga akan meramaikan acara ini.
Mus Mujiono, salah satu musisi yang menjadi pengisi acara mengaku sangat senang dan antusias dengan konsep baru dari JakJazz ini,"Belum pernah di event jazz lain, sebuah event jazz mengangkat musisi baru. Ini ajang pembelajaran penting buat musisi muda," kata musisi kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini.
Kemudian terkait tiketnya sendiri, acara festival jazz ini akan terbagi dalam dua konsep yakni gratis dan berbayar. Richard Buntario menjelaskan jika sebanyak 50 persen tiket akan bebas biaya alias gratis.
"Yang berbayar itu yang diadakan di ballroom, harganya antara Rp100.000- Rp300.000. Sementara kalau di kafe pengunjung cukup membeli makanan dan minuman di sana atau cover charge," ucap Richard.
Dengan konsep dan visi yang baru, para pihak penyelenggara Jak Jazz Festival berharap acara ini bisa menjadi ajang pembelajaran bagi para musisi jazz khususnya musisi muda dan juga agar musik jazz tidak hanya terbatas di kalangan tertentu saja melainkan menyentuh semua lapisan masyarakat.
"Kami dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berharap event tahunan ini menarik wisatawan dan pendatang para penggemar jazz," ujar Dr Tinia Budiarti, Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta